Jesus The Spirit of God

بسم الله الرحمن الرحيم

Secara tidak sengaja, membaca sebuah blog yang menceritakan film tentang kehidupan Yesus yang akrab disebut oleh kaum Nashrani. Kontan saja pikiran saya langsung terbayang – yang selalu disiarkan oleh beberapa televisi swasta di Indonesia menjelang wafatnya Yesus di tiang salib seperti yang diyakini oleh orang-orang Kristen. Namun, film ini merupakan sebuah prestasi satu langkah maju yang naskah skenarionya berdasarkan pandangan orang Islam itu sendiri. Tidak seperti sebelumnya yang digarap oleh orang Barat yang mengambil acuannya dalam alkitab (Bible). Film berjudul “Jesus The Spirit of God” ini mengacu pada teks al-Qur’an dan Injil Barnabas diproduksi dan disutradarai oleh produser asal Iran, Nader Talebzadeh yang didanai oleh sebuah channel TV milik pemerintah Iran. Pemeran Nabi ‘Isa a.s. di film yang berdurasi 77 menit ini diperankan oleh seorang aktor Iran (Ahmad Soleimani-Nia). Tanpa basa-basi lagi, silahkan yang mau download film yang dirilis tahun 2007 klik di sini.

Duet Galileo & Ibnu Yunus

بسم الله الرحمن الرحيم

Teleskop Pertama

Berawal dari sebuah keisengan yang sudah menjadi suatu kebiasaan mendownload film yang ada disitus video terbesar saat ini – sampai terhenti disebuah link http://youtu.be/G7UFuuCoDhM yang ada di situs youtube tersebut. Dari film dokumenter berbahasa arab ini mampu mengubah paradigma yang selama ini tertancap kuat mengakar diingatan milyaran galaksi kecil yang ada di otak. Umumnya, masyarakat dunia tidak ada yang membantah ataupun menolak sebutan orang pertama mengarahkan teleskop ke langit yang menggemparkan dunia gereja pada saat itu adalah pemilik nama lengkap Galileo Galilei yang lahir di Pisa, Fiorentina Italia pada 15 Februari 1564. Sebelum teleskop diarahkan ke langit, pada saat itu pembuatan teleskop terinspirasi oleh Hans Lippershey, seorang pembuat kaca mata asal Belanda di Middelburg yang diberi nama Perspicillium pada tahun 1609 – kemudian Galileo berhasil mendaftar hak paten lalu menyempurnakan teleskopnya dengan pembesaran sampai 32 kali untuk membuka tabir rahasia alam semesta dengan teleskop hasil tangannya.
Namun sejarah berkata lain, ada seorang pemuda yang hidup 600 tahun sebelum lahirnya Bapak Sains dan Fisika Modern ini. Penulis salah satu kitab yang berjudul al-Ziyjul Haakimil Kabiyru berhasil mengimplementasikan surat al-Hijr ayat 16 sebagaimana firman Allah, “Dan sungguh telah Kami jadikan gugusan Bintang di langit dan Kami menghiasinya bagi orang yang memandangnya” beliau juga berhasil menjelaskan fase-fase Gerhana Bulan dan menggambarkan permukaan Bulan yang tidak rata dengan menggunakan teleskop buatannya sama halnya Bulan yang digambarkan oleh Galileo. Sebagaimana Galileo, Ibnu Yunus pun dijuluki sebagai seorang Ulama Pengamat. Ilmuwan berdomisili di Mesir ini menggambarkan 40 peristiwa konjungsi Planet dan 30 Gerhana Bulan. Sebagai contoh peristiwa konjungsi Venus dan Merkurius pernah terjadi pada 19 Mei 1000 di rasi Gemini – kedua Planet ini saling mendekat menurut bidang pandang kemudian menjauh kembali.
Konjungsi ialah peristiwa sejajarnya benda langit pada satu garis, dalam bahasa arab disebut dengan ijtima’. Kebalikan dari konjungsi adalah oposisi atau disebut juga istiqbal dalam bahasa arab. Kita mengenal peristiwa konjungsi ini ketika marak pemberitaan penetapan Hari Raya Fithriy ataupun shaum dengan kemunculan Hilal di ufuk Barat setelah Matahari tenggelam – di mana konfigurasinya Matahari – Bulan – Bumi atau secara umum seperti peristiwa Gerhana Matahari. Sedangkan oposisi kita mengenalnya ketika Bulan dalam fase Purnama, konfigurasinya Matahari – Bumi – Bulan persis seperti yang kita kenal dalam Gerhana Bulan.
Teleskop tertua yang pernah dibuat oleh manusia adalah teleskop jenis refraktor seperti pada ilustrasi di atas Ibnu Yunus mengarahkan telunjuknya ke langit yang mengandalkan dua buah lensa, yaitu lensa objektif dan okuler. Lensa objektif ini menggunakan lensa cembung yang diletakkan di depan sebagai pengumpul cahaya sedangkan okuler diletakkan di belakang tempat mata untuk melihat citra yang terbuat dari lensa berjenis cembung juga. Semakin besar panjang fokus (focus length) lensa objektif ditambah semakin kecil panjang fokus lensa okuler maka perbesarannya semakin besar, sebagai contoh jika sebuah teleskop memiliki panjang fokus objektifnya 900 mm dan okulernya 10 mm maka kita tinggal membaginya menjadi 900/10 = 90, maka perbesaran yang dihasilkan adalah 90 kali. Seandainya okulernya kecil misalnya 5 mm 900/5 = 180, maka perbesaranya 180 kali.
Bahkan pendulum Pulsilogium yang dibuat oleh Galileo sebagai penunjuk waktu yang kita kenal pertama kali diaplikasikan sebagai alat pengukur denyut nadi yang secara tidak sengaja terinspirasi dari lampu gantung yang ada di gereja ketika mendengarkan khotbah di katedral Pisa pun sebelumnya sudah dibuat oleh orang yang bernama lengkap Abul Hasan ‘Ali bin ‘Abdur Rahman bin Ahmad bin Yunus Sadafi al-Mishriy ini. Bandul yang orang barat sebut sebagai pendulum ini berfungsi untuk menentukan waktu pengamatan pada Bintang sebagaimana halnya jam dinding kita.

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين

CAHAYA

بسم الله الرحمن الرحيم

Bagiku, CINTA itu tak ubahnya cahaya Matahari.

Alhamdulillaah, Allah menciptakan Qalbu sebagai atmosfer tubuh.

Tidak sembarang cinta yang bisa masuk ke dalam jiwa yang haus.

Tidak semua gelombang elektomagnetik bisa menembus atmosfer Bumi.

 

Sbab, sinar x dan sinar gamma pun ga bisa menembus pertahanan Qalbu bak bujukan rayuan semu.

Bahkan, ultraviolet pun hanya sedikit yang bisa masuk tuk menghangatkan tubuh sebagai motivasi.

Itulah mengapa Allah memerintahkan setiap insan menjaga pandangan dan kemaluannya…

Sbab, Dialah yang Mahamengetahui mekanisme kinerja Qalbu.

Dari cahaya pula kita bisa melihat pemandangan yang menyejukkan Qalbu, dari cahaya pula kita bia melihat pemandangan yang tidak enak kita pandang…

 

Allah Mahacerdas menguji keimanan seorang hamba dengan sifat dualisme cahaya, yang terdiri partikel dan gelombang.

Disaat emosi sedang naik, suhu panas berada di permukaan tanah tetapi udara di atas menanggapinya secara dingin terciptalah fatarmorgana yang menyesatkan Qalbu.

Karena adanya indeks bias yang berbeda.

Itulah mengapa seorang hamba banyak yang terperdaya oleh bujukan rayuan hawa nafsu syaithan.

layaknya qishah Bapak manusia pertama yang diusir dari surga.

 

 

 

Mudah-mudahan sya’ir yang ku buat ini bisa dimengerti oleh orang yang mencari cinta. Mohon maaf, Aku bukanlah penya’ir yang baik dan handal. Inilah diriku…


Sideralis (Aplikasi Peta Langit Pada Handphone)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sideralis adalah sebuah program aplikasi yang menampilkan peta bintang pada handphone yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dengan kata lain grafik langit untuk ponsel. Aplikasi ini layaknya Stellarium atau Kstar yang dioperasikan dengan komputer di rumah.

Aplikasi ini dapat bekerja pada semua jenis ponsel yang mendukung MIDP2.0 dan CLDC1.1. Secara praktis, itu tergantung pada merek. Ia bekerja dengan baik pada ponsel Nokia, cukup bagus di SonyEricsson, pada Samsung dan Motorola, tergantung pada handphone dan tampaknya tidak bekerja pada Blackberry. Netters harus mencoba untuk mencari tahu jika bekerja.

Silahkan klik di bawah ini untuk mendownload aplikasi ini.

Sideralis v2.0.0 b630

Features:

  • A lot of different objects:
    • More than 1600 stars.
    • More than 100 Messier objects
    • Constellations drawing
    • 7 planets: Mars, Venus, Mercury, Jupiter, Saturn, Uranus and Neptun.
    • Sun and Moon.
  • 2 different views :
    • 3D Horizontal view.
    • Zenith view.
  • Information on all objects:
    • Name.
    • Magnitude
    • Distance
    • Azimuth
    • Right Ascension
    • Declinaison
    • Height
  • Current time or any time can be chosen.
  • Selection of location by:
    • Entering latitude and longitude
    • Selecting a city among more than 80 cities
    • Selection on a globe
    • GPS (for mobile supporting it)
  • Small dictionary available giving some interesting information about universe and constellations
  • Miscelleanous:
    • Search function
    • Night view
    • History of constellations
    • Available in English, French, Spanish, Italian, Portuguese, German and Polish languages

Jika Netters ingin mendownload aplikasi ini dengan versi lebih baru silahkan klik di sini. Akan tetapi kalau Netters memiliki pertanyaan atau komentar tentang panduan ini, silakan kirim ke e-mail demi pengembangan ke arah yang lebih baik.

Tapi, kalau Netters bener-bener mentok alias gak bisa seperti pada Nokia 6600 berbasis Sistem Operasi coba pake aplikasi Solun-’u atau pake Planet Finder.

Selamat mencoba….

Hayabusa

بسم الله الرحمن الرحيم

Nama yang memiliki huruf hiragana はやぶさ (Hayabusa) adalah salah satu satelit tak berawak buatan manusia yang di tempatkan di atas atmosfer Bumi dipimpin oleh Japan Aerospace Exploration Agency untuk mengambil contoh bahan dari sebuah asteroid kecil dekat-Bumi bernama 25143 Itokawa (berukuran 0,3 x 0,7 km) untuk dianalisis.

Nama Elang Pengelana ini dulunya dikenal sebagai MUSES-C (ミューゼスC) yang diluncurkan pada 9 Mei 2003. Setelah sampai di Itokawa, Hayabusa dan pendarat-mini yang dapat dilepasnya Minerva akan mempelajari bentuk asteroid, putaran, topografi, warna, komposisi, kepadatan, dan sejarah. Pada Nopember 2005 Hayabusa mendarat sebentar untuk mengambil 2 sampel kecil, dan mengembalikan sampel tersebut ke Bumi dan telah kembali pada 13 Juni 2010.

Meskipun pesawat angkasa lain, terutama pesawat angkasa Galileo dan NEAR Shoemaker, telah mengunjungi asteroid sebelumnya, misi Hayabusa, bila sukses, merupakan pertama kalinya sampel asteroid diambil dan membawanya ke Bumi untuk dianalisis.

Kini, satelit tak berawak berbobot 510 kg dengan operator JAXA ini dibuat film bergenre Adventure yang dirilis pada 1 Oktober 2011 yang dibintangi oleh Katsuhisa Namase, Toshiyuki Nishida dan Shirô Sano. Untuk mendownload film ini tinggal diklik link yang ada di bawah ini.

Total Size 550 MB (.mkv)

Password=ganool.com

Download From Tinypaste

Subtitle English, Indonesia

Selamat mendownload dan menyaksikan…

Freeware Stellarium

بسم الله الرحمن الرحيم

Stellarium adalah sebuah simulasi program astronomi yang memungkinkan orang untuk menggunakan komputer di rumah sebagai virtual planetarium. Software ini bisa menghitung posisi Matahari dan Bulan, planet-planet, bintang-bintang, dan merupakan sebuah gambaran bagaimana langit bisa dilihat oleh pengamat tergantung pada lokasi dan waktu. Software ini dapat juga menarik rasi dan mensimulasikan fenomena astronomi seperti hujan meteor, dan Gerhana Matahari maupun Bulan.

Stellarium dapat digunakan sebagai alat pendidikan untuk mengajar tentang langit malam, sebagai pendamping untuk pengamatan para astronom amatir yang ingin mengobservasi pada suatu malam, atau hanya sebagai rasa ingin tahu. Karena kualitas tinggi Stellarium dapat menghasilkan grafik, digunakan dalam beberapa produk proyektor planetarium secara nyata (http://www.digitaliseducation.com/). Beberapa kelompok astronom amatir menggunakannya untuk membuat peta langit untuk menggambarkan daerah langit dalam artikel-artikel untuk buletin dan majalah.

Stellarium mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga sangat menarik untuk diikuti, dan pada saat Anda membaca panduan ini, mungkin versi yang lebih baru telah dirilis dengan fitur yang lebih kompleks yang didokumentasikan di sini. Periksa pembaruan Stellarium di website, dan versi terbaru dari panduan ini di porpoisehead.net (http://porpoisehead.net/mysw/index.php?pgid=stellarium_user_guide).

Stellarium bisa dijalankan pada Windows, Linux, dan Mac OS X. Apabila Netters pengguna Windows silahkan klik link  Stellarium 0.10.4 win32 untuk mendownload software ini. Akan tetapi jika netters pengguna selain Windows untuk mendownload freeware ini silahkan download di sini.

Selamat bereksperimen…

Aurora, Cahaya Kutub

بسم الله الرحمن الرحيم

Aurora, itulah nama sebuah fenomena yang terjadi akibat adanya interaksi antara partikel-partikel Matahari yang terjebak dalam medan magnet dan atmosfer Bumi yang mengalir turun sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi ke kutub-kutub Bumi dan bertabrakan dengan atom nitrogen dan oksigen di atmosfer sehingga terjadinya badai geomagnetik yang menghasilkan tirai cahaya berwarna-warni di beberapa lokasi berlintang tinggi[1]. Penamaan Aurora sendiri diambil dari bahasa Yunani[2] yaitu Dewi Fajar Rom[3].

Partikel-partikel yang dilontarkan oleh Matahari disebut dengan Flare, Matahari merupakan sebuah bintang – yaitu bola plasma panas yang ditopang oleh gaya gravitasi. Di pusat Matahari (nomor 1), terjadi reaksi nuklir (fusi) yang mengubah 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium. Reaksi fusi tersebut, selain menghasilkan helium, juga menghasilkan energi dalam jumlah melimpah (ingat persamaan terkenal oleh Einstein: E=mc2). Energi yang dihasilkan, di pancarkan keluar melewati bagian-bagian Matahari, yaitu: zona radiatif (nomor 2), zona konventif (nomor 3), dan bagian atmosfer Matahari, yang terdiri dari fotosfer (nomor 4), kromosfer (nomor 5), dan korona (nomor 6). Dan badai Matahari adalah peristiwa yang berkaitan dengan bagian atmosfer Matahari tersebut.

Bagian terluar dari Matahari, yaitu korona, memiliki temperatur yang mencapai jutaan kelvin. Dengan temperatur yang tinggi tersebut, materi yang berada di korona Matahari memiliki energi kinetik yang besar. Tarikan gravitasi Matahari tidak cukup kuat untuk mempertahankan materi korona yang memiliki energi kinetik yang besar itu. Dan secara terus menerus, partikel bermuatan yang berasal dari korona, akan lepas keluar angkasa. Aliran partikel ini dikenal dengan nama angin matahari, yang terutama terdiri dari elektron dan proton dengan energi sekitar 1 keV. Setiap tahunnya, sebanyak 1012 ton materi korona lepas menjadi angin matahari, yang bergerak dengan kecepatan antara 200-700 km/s.

Berbeda dengan pusat Matahari yang relatif sederhana, bagian atmosfer Matahari relatif lebih rumit. Karena di atmosfer Matahari ini, medan magnetik Matahari berperan besar terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya. Ada berbagai fenomena menarik diamati di atmosfer Matahari berkaitan dengan medan magnetik Matahari, seperti bintik matahari (sun spot), ledakan Matahari (solar flare)[4], prominensa, dan pelontaran material korona (CME – Coronal Mass Ejection)[5]. Hal-hal inilah yang berkaitan dengan badai Matahari[6].

Ledakan yang terjadi di Matahari tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas berdasarkan kecerlangannya pada panjang gelombang sinar-x antara 1 – 8 Angstroms. Setidaknya ada 3 klasifikasi utama dalam flare Matahari yakni :

  1. Flare kelas X, merupakan klasifikasi untuk ledakan yang paling besar dan dasyat yang terjadi di Matahari. Ledakan kelas ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah dan terjadinya badai radiasi yang panjang di lapisan teratas atmosfer.
  2. Flare kelas-M, merupakan ledakan kelas menengah yang kekuatannya 1/10 dari energi fluks flare kelas X. Biasanya flare di kelas ini hanya meyebabkan terjadinya pemadaman (blackout) singkat pada frekuensi radio khususnya untuk area kutub dan badai radiasi yang minor.
  3. Flare kelas-C, jika dibandingkan dengan kelas M dan X, kelas C jelas merupakan flare yang terhitung berskala kecil dan hampir tidak memiliki akibat pada Bumi. Kekuatannya 1/10 energi fluks flare kelas M.

Kelas

Puncak (W/m2)antara 1 dan 8 Angstroms

B

I< 10-6

C

10-6 < = I < 10-5

M

10-5< = I < 10-4

X

I> = 10-4

Yang pasti, fenomena badai geomagnetik setelah terjadinya flare Matahari sebagai akibat interaksi medan magnetik Bumi dan materi bermuatan yang terlepas dari Matahari menyajikan keindahan tirai cahaya warna warni yang dikenal sebagai aurora di area kutub dan area lintang tinggi.

Singkatnya, badai Matahari adalah kejadian dimana aktifitas Matahari berinteraksi dengan magnetik Bumi. Badai Matahari ini berkaitan lansung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai Matahari.

Beruntung, kita diberi magnet alami untuk menangkal partikel berenergi tinggi ini sebagaimana dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’: 32

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آَيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah).”

Jika partikel bermuatan dipaksa melintasi medan magnetik maka ia akan diarahkan oleh medan magnetik Bumi, untuk bergerak sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi, meninggalkan suatu daerah berbentuk komet di sekitar Bumi kita yang disebut magnetosfer menuju ke arah kutub utara dan kutub selatan magnetik Bumi sehingga suatu arus listrik (induksi) dapat dihasilkan melalui suatu kumpulan interaksi-interaksi yang kompleks, beberapa dari partikel-partikel bermuatan dapat menembus ke dalam magnetosfer ini berkumpul dalam beberapa zone di sekitar Bumi. Arus listrik yang dibangkitkan memberikan energi untuk mempercepat beberapa dari partikel-partikel ini kembali menuju Bumi, sejajar dengan garis-garis gaya magnetik yang berasal dari kutub-kutub magnetik utara dan selatan. Saat partikel-partikel energetik tersebut berbenturan dengan partikel udara dalam atmosfer Bumi, ia akan menyebabkan partikel udara (terutama nitrogen) terionisasi dan mengeksitasi atom-atom dan molekul-molekul lainnya ketingkat energi lebih tinggi (keadaan eksitasi). Ketika atom-atom dan molekul-molekul ini kembali ke keadaan dasarnya dengan cara membebaskan energi, atom-atom dan molekul-molekul ini memancarkan radiasi dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang-panjang gelombang cahaya tampak yang dipancarkan menghasilkan AURORA[7].

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين


[1] http://langitselatan.com/

[2] Aurora yang terjadi di belahan utara dinamai Aurora Borealis sedangkan yang terjadi di selatan Aurora Australis.

[3] http://id.wikipedia.org/

[4] Ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma.

[5] Pelepasan material dari korona yang teramati sebagai letupan yang menyembur dari permukaan Matahari. Dalam semburan material korona ini, sekitar 2×1011 – 4×1013 kilogram material dilontarkan dengan energi sebesar 1022 – 6×1024 joule. Material ini dilontarkan dengan kecepatan mulai dari 20 km/s sampai 2000 km/s, dengan rata-rata kecepatan 350 km/s. Untuk mencapai Bumi, dibutuhkan waktu 1-3 hari

[6] Langitselatan. Loc. cit.

[7] Kanginan, Marthen. Fisika 2000 SMU kelas 2. 2003. Jakarta; Erlangga. hal 126-127.

Pluto, Yang Tersisihkan

بسم الله الرحمن الرحيم

Angkasa luar ruang hampa tak bertepi yang rahasianya masih tak terungkap oleh Ilmu Pengetahuan. Susunan di antara ciptaan Allah yang tersebar di alam semesta ini berupa miliaran Galaksi, Bintang, Planet, Komet, Asteroid, Meteor dan benda angkasa lainnya tersusun dengan sangat rapih untuk menjaga keseimbangan alam semesta yang kita tempati. Salah satu keteraturan yang ada di alam semesta ini adalah Tata Surya kita yang mempunyai 8 Planet, puluhan Satelit, ratusan Komet, ribuan Asteroid dan Meteor serta ratusan ribu benda angkasa lainnya yang selalu setia berthawaf mengelilingi pusat Tata Surya yaitu Matahari kita.

Matahari sendiri mempunyai Planet yang kontrofersial sejak awal tahun 1990-an saat ditemukan benda angkasa lainnya kemudian seiring berjalannya waktu dan perkembangan astronomi modern berubah statusnya menjadi Dwarf Planet (Planet Katai). Namun ada juga yang tetap mempertahankannya sebagai Planet karena memiliki atmosfer, musim, dan bentuk bundar seperti layaknya Planet lain.

  1. Sejarah Penemuan

Kalau melihat sejarahnya, Pluto sebenarnya ditemukan lantaran adanya teori mengenai planet kesembilan dalam sistem Tata Surya Bimasakti yaitu Planet X. Posisinya telah diperkirakan dengan tepat sabelumnya oleh Percival Lowell karena penelitian Pluto didasarkan adanya gangguan pada Planet Uranus dan tidak cukup hanya karena adanya gerakan (pengaruh) dari Planet Neptunus. Tahun 1905 Astronom Amerika (William Pickering dan Percival Lowell) untuk pertama kalinya melakukan pengamatan dengan nama Planet X-nya. Setelah empat tahun tanpa hasil mereka melakukan pengamatan dengan survey langit fotografis sampai wafatnya Percival Lowell pada tahun 1916.

Pickering melanjutkan pencariannya dengan nama Planet O. Dia menghitung ulang perhitungan yang sebelumnya ketika melakukan penelitian bersama Lowell. Kemudian, dengan metode fotografislah dia melanjutkan penelitiannya sampai menyerah pada tahun 1929. Padahal dalam pencariannya Planet ini berhasil empat kali terekam di pelat potretnya namun Ia tidak tahu bahwa Ia berhasil menemukan Planet O itu[1].

Tetapi Planet Tombaugh (Pluto) lebih kecil dan lebih dekat ke Matahari dari yang diperkirakan oleh Lowell. Benda mungil ini pertama kali ditemukan di luar orbit Neptunus pada tanggal 18 Februari 1930 oleh Clyde William Tombaugh (1906-1997) seorang asisten di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona[2] tempat Dia bekerja yang direkrut oleh seorang Direktur Observatorium (Dr. Vesto Slipher). Karena tidak mampu belajar ke Universitas, Dia membuat teleskop (Newtonian) sendiri untuk mempelajari Bintang dan Planet. Setelah Observatorium itu mendapatkan teleskop pantul (Reflektor) baru dengan diameter 33 cm dia menemukan planet kerdil aneh itu. Namun sebelumnya pada tahun 1929 Ia sudah berhasil memotretnya tetapi Ia tidak mengenali Planet ini karena dianggap sebuah bintang yang cahayanya lemah. Kemudian Ia menggunakan mesin bernama Blink Comparator[3] untuk menganalisis pelat-pelat potret hasil survey langitnya sehingga menemukan adanya cahaya/titik yang hilang atau berpindah di pelat potretnya selama dua hari berturt-turut [4].

  1. Penamaan

Pluto adalah Dewa dunia bawah tanah dari mitologi Romawi sedangkan dalam bahasa Yunaninya adalah Hades yang diusulkan oleh Venetia Burney[5] karena ketertarikannya pada mitologi kuno serta untuk menyeragamkan dengan nama-nama Dewa Romawi yang diberikan kepada planet lain.

Sebenarnya Astronom yang ada di Observatorium Lowell bebas memilih untuk menemai Planet baru tersebut dengan yang ada didaftar nama yaitu Minerva, Cronus, dan Pluto. Namun mereka lebih memilih Pluto ketimbang yang lain[6] karena dengan sebutan Minerva (Dewi Ilmu Pengetahuan) untuk menamai Planet baru tersebut sudah digunakan oleh hal yang lain. Namun sebelumnya nama Constante (Pendiri Observatorium Clyde W. Tombaugh bekerja yaitu Constante Lowell) pun pernah menjadi kandidat dalam penamaan Planet tersebut kemudian ditolak secara perlahan-lahan.[7] Karena ikut andil menamai Planet baru tersebut kemudian ia diberi uang sebesar 5 pon[8].

Nama resmi Pluto pun berhasil disandang oleh Minor Planet Center (MPC) dengan kode 134340. Nama ini diberikan setelah adanya keputusan mengeluarkan Pluto dari Planet menjadi Dwarf Planet (Planet Katai) sejak tahun 2006 silam atau selama 76 tahun lebih dunia menyebutnya dengan sebutan Planet Pluto.[9]

  1. Identitas Pluto

Hingga kini Pluto yang memiliki diameter sekitar 2.400 km (kurang dari seperlima diameter Bumi) dengan 0,002 kali massa Bumi (5,98 x 1024 kg) – bisa dibilang sebagai salah satu benda angkasa yang paling jarang diteliti manusia. Setelah tanggal 24 Agustus 2006, atau selama 3 tahun lebih menyandang status sebagai sebuah Planet Katai, setelah pengukuran merupakan Planet Katai terbesar ketiga setelah Eris yang 27% lebih besar diikuti oleh Xena, dan merupakan kesepuluh Planet Kerdil terbesar mengorbit Matahari – terdiri dari batuan dan es yang diduga ditangkap oleh gravitasi Matahari sehingga terus beredar seperti layaknya Planet lainnya.

Baru-baru ini para Ilmuwan hanya dapat memprediksikan lapisan atas dari atmosfer Pluto yang dapat dipelajari. dengan memanfaatkan peristiwa gerhana yang terjadi antara Pluto dan Charon,[10] Okultasi bintang (ESO 21/22) pada tahun 1985 yaitu fenomena yang terjadi apabila suatu anggota Tata Surya menghalangi cahaya latar belakang dari sebuah bintang sehingga observasi ini dapat memberikan gambaran mengenai temperatur dan tekanan atmosferik di dekat permukaan Pluto. kemudian mereka melakukan observasi terkini dengan menggunakan perangkat Cryogenic InfraRed Echelle Spectrograph (CRIRES) yang terpasang pada Very Large Telescope milik European Space Observatory (ESO)[11]. Sebagaimana benda angkasa lainnya Pluto memiliki susunan atmosfer, orbit, satelit dan lain-lain.

  • Atmosfer

Permukaan Pluto diyakini sebagai salah satu tempat terdingin di Tata Surya yaitu antara -2330C sampai -2230C. Pluto tertutup oleh gas metana yang membeku, dan memiliki atmosfer yang tersusun atas metana yang didominasi oleh Nitrogen sekitar 98% dan kemungkinan adanya Karbondioksida. Karena massa jenis Pluto rendah, para ilmuwan memperkirakan bahwa Pluto pada dasarnya adalah berbentuk es[12]. Bahkan ada yang meyakini Pluto memiliki sifat atmosfer yang paling asli semenjak memisahkan diri dari Matahari. Atmosfernya begitu tipis dan akan berbentuk gas jika seandainya berada hanya sedikit lebih dekat ke Matahari. Namun kenyaatannya atmosfernya menjadi lapisan es yang membeku karena saking jauhnya dari Matahari.[13] Pluto juga memiliki susunan atmosfer yang terdiri dari air dan Amoniak yang membeku.[14]

Para astronom memanfaatkan peristiwa okultasi bintang (ESO 21/22) kemudian berhasil menunjukkan bahwa lapisan atas dari atmosfer Pluto adalah berkisar -1700C, atau sekitar 500 lebih hangat daripada suhu di permukaannya. Berkebalikan dengan atmosfer di Bumi, di Pluto temperaturnya justru meningkat seiring bertambahnya ketinggian. Perubahan suhunya berkisar 3-150/km. Di Bumi, dalam kondisi normal temperatur berkurang sekitar 60 setiap km ketinggian. Namun uniknya, observasi terkini menggunakan pearangkat CRIRES yang terpasang pada Very Large Telescope – telah mengungkapkan bahwa atmosfer Pluto secara keseluruhan, bukan hanya lapisan atasnya memiliki suhu rata-rata -1800C. Dengan demikian “jauh lebih panas” dari pada suhu permukaannya. Observasi ini memberikan titik terang mengenai temperatur dan tekanan atmosferik di dekat permukaan Pluto. Tekanan atmosfernya hanya sekitar tekanan atmosfer Bumi, atau sekitar 0.015 milibar.[15]

Alasan mengapa permukaan Pluto sedemikian dingin berhubungan dengan eksistensi atmosfer Pluto, yakni karena terjadinya sublimasi es dipermukaan; menganalogikan dengan keringat yang mendinginkan tubuh saat menguap dari permukaan kulit kita, sublimasi ini memiliki efek pendinginan pada permukaan Pluto. Dari segi ini, Pluto memiliki sifat yang sama dengan komet, dimana bagian koma dan ekornya juga terbentuk dari es yang menyublin saat komet mendekati Matahari.

  • Orbit

Pluto sendiri yang mempunyai jarak rata-rata dari Mataharinya 39,46 SA, dengan orbit memanjang yang aneh memiliki perilaku lebih mirip objek Sabuk Kuiper dibanding sebuah planet. Lintasan edar revolusinya berbeda dari Planet-Planet lain, lintasannya tidak melingkar melainkan lonjong dan membentuk sudut kecondongan sebesar 17o terhadap lintasan edar Bumi. Orbit Pluto yang berbentuk elips tumpang- tindih dengan orbit Neptunus. Orbitnya terhadap Matahari terlalu melengkung dibandingkan delapan objek yang diklasifikasikan sebagai planet. Bahkan Pluto juga lebih kecil dari Bulan[16]. Ini mengakibatkan jarak Pluto ke Matahari berubah-ubah antara 4,45 miliar km hingga 7,38 miliar km. Dengan kondisi tersebut, Pluto dan Neptunus tidak akan bertabrakan. Namun jika kita mendekatkan Pluto ke Matahari lebih dekat dari 18 AU untuk satu sama lain, maka Pluto mirip dengan komet – itu dikarenakan rasio batu dan es antara Pluto dan komet hampir sama sehingga akan tumbuh ekor yang spektakuler sampai kehilangan massanya yang terbakar oleh ledakan Matahari.

Pluto biasanya lebih jauh dari Matahari daripada delapan planet lainnya – tetapi karena eksentrisitas dari orbitnya, hal itu lebih dekat daripada Neptunus selama 20 tahun keluar dari orbit 249 tahun dengan jarak terdekat mencapai 29,60 SA[17] sedangkan orbit Neptunus mencapai 30,10 SA. Pluto menyilang orbit Neptunus pada tanggal 21 Januari 1979 dan terus mendekat sehingga lebih dekat sampai 5 September 1989, dan tetap di dalam orbit Neptunus sampai 11 Februari 1999. Ini tidak akan terjadi lagi sampai September 2226[18].

Pluto yang jauhnya sekitar 39 kali jarak Bumi ke Matahari, atau dengan jarak rata-ratanya 5,87 x 109 km (3,647 x 109 mil), merupakan Planet Katai dalam susunan tata surya (walaupun pada suatu periode tertentu jaraknya ke matahari lebih dekat dibandingkan dengan Neptunus). Pluto pun berotasi selama 6,378 hari sama dengan satelit alami yang pertamanya yaitu Charon. Tidak seperti kebanyakan planet, tetapi mirip dengan Uranus, Pluto berputar dengan kutub hampir dalam orbit pesawat dengan sumbu rotasi 1220.

  • Satelit

Seorang Astronom Angkatan Laut Amerika Serikat James Christy menemukan satelit Pluto dengan menggunakan teleskop reflektor berdiameter 1,54 m. Ia menamainya dengan Charon[19] yang berdiameter 1.172 kilometer (728 mil) dengan jarak rata-ratanya 19.640 km (12.200 mil), pada tahun 1978 di Observatorium US Naval, Flagstaff[20]. Kemudian pada musim panas menyusul dua satelit Pluto baru ditemukan yaitu Hydra[21] dan Nix[22]pada tanggal 15 Mei 2005 setelah mempelajari gambar yang telah dipotret oleh sebuah tim Astronom (Max Mutchler dan Andres Steffl) mengunakan Teleskop Ruang Angkasa Hubble menemukan dua bulan sebelumnya tidak dikenal Pluto memiliki diameter hingga 100 mil (160 km) yang berenang diluar orbit Charon[23]. Pada awalnya Hydra dan Nix disebut S/2005 P1 dan S/2005 P2 untuk sementara, dan kemudian terakhir mereka diberi nama secara permanen pada tanggal 21 Juni 2006[24].

Hydra adalah satelit alami Pluto yang paling terluar jaraknya mencapai 65.000 km sehingga membutuhkan waktu 38 hari untuk menyelesaikan orbitnya. Tidak seperti satelit Pluto yang lain orbitnya hampir melingkar dengan sempurna[25].

  1. Kriteria Planet

Selama 76 tahun dari waktu penemuannya pada 1930-2006 itu dianggap sebagai planet kesembilan di tata surya, tetapi karena benda-benda tambahan[26] lainnya telah ditemukan termasuk Eris yang adalah 27% lebih besar sehingga IAU mereklasifikasi Pluto dan benda-benda lain sebagai planet kerdil.

Menurut mantan Direktur Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Dr. Taufiq Hidayat, keputusan Sidang Umum International Astronomical Union (Himpunan Astronomi Internasional) ke-26 yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2006 di Praha, Republik Ceko adalah puncak perdebatan ilmiah dalam astronomi yang sudah berlangsung 1990-an lalu. Perdebatan tersebut dipicu berbagai penemuan baru yang menimbulkan keraguan apakah Pluto masih layak disebut planet atau tidak.

“Karakteristik Pluto memang berbeda dengan planet-planet lainnya. Bahkan komposisi kimianya lebih menyerupai komet daripada planet.” ungkap astronom yang mendalami bidang ilmu-ilmu planet ini[27]. Sidang Umum tersebut memutuskan Pluto tidak lagi dikelompokkan sebagai salah satu Planet di Tata Surya. Sidang itu menyatakan bahwa Pluto itu dikelompokkan sebagai ‘Dwarf Planets’ (Planet Kerdil) oleh kurang lebih 3000 Astronom dan itu pun diputuskan melalui pemungutan suara.

Resolusi 5A Sidang Umum IAU ke-26

  1. Mengorbit Matahari/bintang atau sisa-sisa bintang,
  2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuknya yang bulat,
  3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut),
  4. Tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap Deuterium di intinya.

Berdasarkan definisi tersebut, Plutotidak dapat lagi disebut sebagai Planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga[28]. Sejak saat itu, lanjut Taufik, terjadi perbedaan pendapat di kalangan astronom. “Pilihannya adalah memasukkan Ceres, Charon, dan 2003 UB 313 ke dalam keluarga planet sehingga jumlah planet menjadi 12 – atau mengeluarkan Pluto. Akhirnya pilihan kedua yang disepakati.” tutur mantan Ketua Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung ini.

Beberapa pihak memprediksi debat mengenai status Pluto tidak akan berakhir di sini. Alan Stern, ketua misi pesawat ruang angkasa NASA senilai 700 juta dollar AS, New Horizon Probe, mengaku merasa “malu” terhadap keputusan itu. “Ini benar-benar sebuah definisi yang ceroboh. Ini belum selesai.” ujar Stern.[29]

Sehingga informasi Pluto dapat disimpulkan sebagai berikut:

Statistik Pluto
Ditemukan oleh Clyde W. Tombaugh
Tanggal penemuan 18 Februari 1930
Massa (kg) 1.27e 22
Massa (Bumi = 1) 2.125e-03
Equatorial radius (km) 1.137
Equatorial radius (Bumi = 1) 0,1783
Rata-rata kerapatan (g/cm3) 2,05
Jarak rata-rata dari matahari (km) 5.913.520.000
Satuan Astronomik (Bumi = 1)) 39,5294
Periode rotasi (hari) -6,3872
Periode Orbital (tahun) 248,54
Kecepatan orbital (km/sec) 4,74
Eksentrisitas orbital 0,2482
Kemiringan sumbu (derajat) 122,52
Orbital kecenderungan (derajat) 17,148
Gravitasi permukaan di Khatulistiwa (m/sec2) 0,4
Kecepatan Equatorial (km/sec) 1,22
Visual geometric albedo 0,3
Magnitudo Tampak (Vo) 15,12
Magnitudo Mutlak -0,7

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan dengan mengirimkan misi pesawat ruang angkasa tanpa awak NASA, New Horizon Probe yang diluncurkan ke Pluto lebih tepatnya pada 16 Januari 2006 lalu dan akan tiba di Pluto sekitar pada14 Juli 2015 untuk menyingkap Idenditas palanet kerdil aneh ini secara rinci[30]. Pesawat ini direncanakan akan melintasi Pluto dan Charon kemudian melanjutkan menuju Sabuk Kuiper.

والله أعلم

الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خيرللإسلام والمسلمين


[1] Gunawan, A. Admiranto. Menjelajahi Tata Surya. 2009. Yogyakarta: Kanisius. hal. 246

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto. 3 Feb 2010 5.47 am

[3] Mesin ini bisa membuat proyeksi pelat-pelat potret hasil pemotretan suatu daerah langit selama beberapa hari berturut-turut.

[4] Menjelajahi Tata Surya. Loc. cit. hal. 247

[5] Seorang gadis yang berusia 11 tahun sekolah di Oxford, Inggris.

[6] http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.universetoday.com/guide-to-space/pluto/

[7] http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto. Loc. cit.

[8] http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.universetoday.com/guide-to-space/pluto/. Loc. cit

[9] Pada 7 September 2006 nama Pluto diganti dengan kode, yaitu 134.340. kode ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya kita.

[10] http://www.solarviews.com/eng/pluto.htm

[11] http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/

[12] Mahoney, Terry. Science Explained AstronomyDunia Sains Astronomi. 2003. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

[13] Poster KTK ar-Risalah. Penciptaan Alam Semesta dalam al-Qur’an dan Sains. Surakarta: C.V. ar-Rafah Group

[14] Menjelajahi Tata Surya. Op. cit. hal. 247

[15] http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/. Loc. cit.

[16] http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto. OP. cit.

[17] SA (Satuan Astronomik), bahasa Inggrisnya AU (Astronomical Unit) di mana dalam satuannya berjarak 1,496 x 108 km.

[18] http://www.solarviews.com/eng/pluto.htm. Op. cit.

[19] Charon adalah nama tukang perahu tambang yang bertugas menyeberangkan arwah-arwah di sungai Styx setianya dalam dunia kegelapan yang dikuasai Pluto.

Menjelajahi Tata Surya. Op. cit. hal. 248

[20] Science Explained AstronomyDunia Sains Astronomi. Op. cit.

[21]Dewi malam dan kegelapan yang merupakan ibu dari Charon

[22] Binatang multiheaded yang menjaga perairan Pluto.

[23] http://www.nasa.gov/worldbook/pluto_worldbook.html

[24] http://www.universetoday.com/guide-to-space/pluto/

[25] Ibid. Nix bulan Pluto.

[26] Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut objek trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus hingga jarak 50 SA). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).

Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan objek yang ditemukan oleh Michael Brown dari California Institute of Technology (Caltech) berkode 2003 UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya dengan sebutan Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto)

[27]Kompas (27 Agustus 2006)

[28] Ilmu Pengetahuan Populer. 2003. Jakarta: PT. Ikrar Mandiri Abadi hal. 74

[29] Kompas. Loc. cit.

[30] Pluto worlbook. Loc.cit.

Pencoreng Arang

بسم الله الرحمن الرحيم

Aku dilahirkan sebagai anak yang mempunyai segudang prestasi. Aku dilahirkan menjadi seorang anak yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sebagai lelaki remaja berusia 16 tahun yang juga sekaligus menjadi “pencoreng arang” di muka orang tuaku.

Ya………… pencoreng arang!!

Itu semua bermula ketika Aku dekat dengan beberapa teman yang bisa dikatakan mereka semua tergolong anak yang badung di sekolah. Awal mulanya, Aku selalu diajak untuk merokok oleh mereka. Walaupun pertamanya Aku menolak, tetapi akhirnya Aku merokok juga. Setelah Aku berani merokok, mereka pun mengajakku keperbuatan nakal yang selanjutnya, ya… Aku diajak nonton film porno dan bodohnya Aku, Aku mau saja. “hanya sekali ko!”, itulah pendapat di dalam hatiku. Namun, Aku telah salah… ternyata Aku ketagihan. Aku terus berulang-ulang nonton film porno itu. Aku pun berbuat kenakalan lainnya – setelah Aku sering nonton film biru itu, Aku berani melakukan hubungan intim dengan pacarku, di rumah pacarku itu. Aku melakukan tidak hanya sekali dua kali – ya… bisa dibilang cukup sering. Namun, anehnya pacarku itu tidak sampai hamil. Entahlah, tidak hanya itu semua Aku pun mulai mencoba obat-obatan terlarang. Ya…. begitu rusaklah diriku ini. Lima bulan telah berlalu dengan kerusakan diriku itu. Akhirnya, kakak ke duaku mengetahui itu semua – entah dari siapa. Namun, Aku tidak pernah bisa berbohong kepadanya, ya…. dari dua orang kakakku dan satu orang adikku, kakak yang ke dualah yang paling dekat denganku. Semua telah terbongkar. Kakakku menangis. Tanpa disadari Ibu dan Bapakku mendengar itu semua. Begitu pun adikku yang berumur 13 tahun. Lalu, kakakku pun yang pertama, kini sudah menikah dan mempunyai satu orang anak. Mereka semua kecewa kepadaku, apalagi dua bulan lagi Aku akan dikirim ke Jerman sebagai duta Pelajar Asia di bidang IPA Fisika. Padahal untuk mendapatkan kesempatan cemerlang itu, Aku harus melewati serangkaian test yang sulit. Akhirnya, Aku pun dikeluarkan dari sekolah. Dan oleh kakakku, Aku disimpan di tempat rehabilitasi anak di daerah Bekasi. Aku disimnpan di sana tentunya karena kakakku ingin Aku sembuh, bukan hanya dia tapi semua orang yang kenal denganku, begitu pun Aku – sangat ingin sembuh dari kerusakan-kerusakan diriku ini. Aku masih ingat, ketika Aku akan pergi, Aku melihat senyuman Ibu yang disertai dengan tangisannya. Sedangkan Bapak, pada waktu itu sedang sakit keras, hanya terbaring di atas kasur. Ya… ini semua sangat menyakitkan, bagiku dan semua orang yang sayang kepadaku.

Enam bulan telah berlalu, Aku masih di tempat rehabilitasi. Di sana Aku merasa nyaman, karena para pembimbingku yang selalu memotivasi hidupku dan menyembuhkanku. Aku pun di sana tetap belajar, diberikan keterampilan-keterampilan. Dan memang prestasi tak pernah lepas dariku, di sana Aku pun diikut sertakan dalam perlombaan Menulis se-Nasional. Ya… Aku menjuarainya, juara umum. Tak tanggung-tanggung Aku pun menjadi juara perlombaan membuat karya ilmiah se- Pulau Jawa. Ya… ku rasa ini semua berkat do’a-do’a tulus dari semua orang yang menyayangiku. Maafkan Aku, Aku telah mengecewakan kalian semua – telah membuat coreng arang di muka kalian – Aku menyesal – Aku berjanji takkan mengulanginya lagi.

Mungkin semua penyesalanku sudahlah tak berarti lagi, karena pada akhirnya Bapak meninggal dunia – karena sakit kerasnya itu, ya… sakit keras yang datang ketika Bapak mengetahui semua hal-hal bodoh yang telah ku perbuat. Kini, Aku hanya sedang menunggu pembebasan bersyarat dari tempat rehabilitasi ini, ya mungkin sekitar empat bulan lagi, setelah 18 bulan Aku di sini. Aku ingin segera berkumpul dengan keluargaku, yang sekarang sudah tidak lengkap lagi seperti dulu. Aku anak laki-laki – ya… Aku akan menjaga Ibu, kakak, dan adikku.

Maafkan Aku kepada semuanya. Dan terimalah Aku kembali di sisi kalian. Bapak – yang kini sudah tidak bisa lagi kucium tanganmu, Aku meminta keikhlasanmu untuk bisa memaafkan diriku – Aku berjanji akan melindungi Ibu, kakak, dan adik.

al-Husna

Poros Roda Kehidupan

بسم الله الرحمن الرحيم

Dua tahun sudah Aku berpisah dengan ke dua orang tuaku dan satu orang adikku. Ya… selama ini Aku tinggal di Solo bersama ke tiga orang adikku, kami hidup bersama kakek nenek kami. Bukan, bukan karena kami diusir atau tidak diakui oleh orang tua kami. Tapi, karena keadaanlah yang memaksa kami untuk hidup terpisah sementara.

Ini semua karena peristiwa dua tahun yang lalu. Ketika itu, kami sekeluarga terdesak keadaan ekonomi. Bapak yang ketika itu menjadi seorang pedagang ayam potong di pasar, mempunyai hutang yang sangat besar – ke bank, koperasi maupun ke teman-temannya. Ibu juga yang hanya seorang pedagang warung biasa, permodalan dan keuntungannya semakin tidak jelas. Ditambah biaya sekolahku dan ke empat adikku yang semakin membengkak. Maklum, kami tinggal di kota besar, ya di Jakarta. Yang kita tau sendiri pengeluaran di kota pastilah tidak sedikit. Sehingga, dengan keadaan seperti ini, Bapak memutuskan agar kami anak-anaknya di tempatkan di Solo, tepatnya di rumah nenek kami. Karena di Solo, banyak pula saudara kami.

Aku, dan ke tiga adikku yaitu Nurul, Zahra, dan Ali di pindahkan ke Solo. Kecuali adikku yang pertama yaitu Husna, dia tidak ikut. Dia tetap di Jakarta karena dia ditunjuk agar menemani Ibu dan Bapak untuk tetap membantu mereka di Jakarta. Jujur, keputusan itu sangat berat bagi kami semua. Karena, kami lima saudara dan Ibu Bapak sebelumnya tidak pernah hidup berjauhan seperti ini. Tapi apa boleh buat? Keputusan ini diambil karena dianggap sebagai keputusan terbaik. Katanya agar biaya pengeluaran sekolah dan yang lainnya tidak terlalu besar, karena kehidupan di desa dan kota sangatlah berbeda. Tapi keputusan ini bukan semata-mata Bapak yang menjadi kepala keluarga telah lepas tanggung jawab, tidak – Bapak tetap menghidupi kami yang berada di desa.

Akhirnya kami berempat pun pergi ke Solo. Bapak mengantar kami sampai rumah Nenek, sedangkan Ibu dan Husna mengantar kami hanya sampai terminal. Aku masih ingat dengan tangisan dan pelukan hangat dari Ibu. Tidak lupa juga wajah Husna yang sangat merah karena menahan air matanya. Ya… Aku tau, karena Husna, adikku yang ketika kecil sangat cengeng tapi ketika tumbuh besar, justru sebaliknya – Dia paling gengsi untuk menangis. Apalagi Aku dan dia memang terlalu dekat. Tapi, perpisahan kami itu telah membuat Aku bisa berpelukan dengannya. Mengingat slama ini, kami lebih sering bertengkar. Maklum adik kakak.

Sofi, kamu harus kuat ya! Jaga adik-adikmu, Bapak pasti akan selalu mengunjungi kalian dan mendo’akan kalian” kata Bapak sambil memegang pundakku. Aku tidak bisa berkata apa-apa, Aku hanya terus menangis. Bahkan ketika kami sedang di Bus. Sedangkan Nurul yang masih kelas satu SMP hanya melamun dan sesekali meneteskan air mata. Zahra yang waktu itu kelas lima SD dan Ali yang kelas dua SD mereka tak mengerti arti perpisahan sementara ini, karena ku yakin kami suatu saat nanti akan berkumpul kembali. Zahra dan Ali sepanjang perjalanan hanya tertawa dan bercanda ria. Mereka pikir, kami semua akan berlibur, seperti liburan mudik yang sudah-sudah.

Memang kehidupan kami berempat di Solo, berubah total. Kami hidup lebih sederhana. Apalagi ketika kami harus menerima kenyataan ketika akan makan. Biasanya setiap hari, ketika di Jakarta – menu makanan kami lengkap, dari mulai sayur-mayur, lauk-pauk dan buah-buahan. Tapi ketika di Solo?? Kami makan seadanya, yang penting ada sayur. Itu pun sangat terbatas. Terkadang kami hanya makan dengan ditemani kerupuk yang harganya Rp. 1000,- untuk eanm orang – yang satu bungkusnya itu hanya berisi 10 buah kerupuk saja. Sungguh, sangat menyedihkan. Awalnya, kami berempat tidak mau makan, sangat tidak berselera, tapi mau tidak mau kami paksakan untuk makan dengan menu seadanya. Untungnya adikku yang kecil yaitu Zahra dan Ali, mereka tidak pernah rewel dalam makanan. Justru yang kulihat, mereka sangat senag tinggal di desa. Mereka main di sawah, kebun, membantu memberi makan kambing, sapi dan lain-lain. Walaupun pada awalnya pun, mereka sempat menangis karena sadar bahwa Ibu dan Bapak tidaklah tinggal bersama di Solo. Tapi, tangisan mereka cepat berlalu. Alangkah shalehnya adik-adikku. Aku bangga pada mereka!!

Setiap hari, Ibu tak pernah lupa untuk menelpon kami  atau kalau tidak ada pulsa banyak, Ibu cukup SMS kepada kami. Subhanallah…. mendengar suara Ibu semakin lama semakin membuat kami rindu ingin berkumpul lagi. Tapi sayang, Aku jarang bisa berkomunikasi dengan Husna – karena yang kudengar, Husna semakin aktif saja di sekolahnya, dia pulang sore lalu langsung membantu semua pekerjaan Ibu di rumah – sehingga dia capek dan suka langsung istirahat. Ya… Aku tau betul dia, memang dia itu sangat aktif di sekolahnya, apalagi dia terpilih menjadi ketua OSIS. Tapi, Alhamdulillah meskipun dia sangat sibuk di sekolahnya, dia tak pernah lupa dengan kewajibannya kepada Ibu dan Bapak.

Ya… mungkin kehidupan Husna di sana, tidaklah serumit kami berempat. Aku yang akan pergi ke sekolah harus menunggu angkot yang lama ngetemnya satu jam. Belum lagi jalan ke sekolahnya sejauh satu kilometer, di mana Aku melewati pohon-pohon kayu, yang awalya sangat menyeramkan. Tapi, yang kuyakini adalah, ini semua jalan yang telah Allah tentukan kepadaku. Dan Allah pun adil. Karena kutau, di sana Husna tidak bisa sepertiku. Mungkin ketika Aku pulang sekolah, Aku bisa tidur siang dan ketika di rumah pun Aku bekerja pekerjaan yang relatif mudah. Sedangkan Husna di Jakarta?? Setelah dia sibuk di sekolahnya, dia pun sesampainya di rumah harus cepat membantu Ibu di warung, yang kini sudah menjadi warung yang besar. Allah memang tidak pernah dlalim.

Emh… dan sekarang dua tahun sudah berlalu. Aku sudah lulus SMA. Tepatnya besok, kami akan kembali lagi ke Jakarta. Karena Alhamdulillah keadaan ekonomi Bapak dan Ibu sudah normal bahkan bisa dikatakan sukses. Ya… ini semua karena hasil kerja keras kami semua. Sungguh, tidak sabar menunggu hari esok. Ingin segera pulang ke Jakarta – berkumpul kembali.  Rindu melihat wajah Ibu yang pasti tetap bersinar, Aku ingin segera memeluknya dengan erat dan mencium ke dua tangannya. Juga Husna, pasti wajahnya makin cantik saja, apalagi sekarang dia sudah berumur 17 tahun. Dia memang cantik, banyak yang bilang matanya seperti orang India. Emh… sangat rindu. Apalagi rindu dengan shalat berjama’ah kami semua – yang diimami oleh Bapak…!!

al-Husna

CITRA MATAHARI TERKINI
CITRA CUACA INDONESIA

Review htttp://zaidnasrullah.tk on alexa.com

Hosting Gratis